Logo Network
Network

Kisah Bos Air Kemasan Berharta Rp858 Triliun, 'Serigala Tunggal' yang Geser Jack Ma

Tim iNews.id
.
Selasa, 20 September 2022 | 08:52 WIB
Kisah Bos Air Kemasan Berharta Rp858 Triliun, 'Serigala Tunggal' yang Geser Jack Ma
Zhong Shanshan, bos air minum dalam kemasan yang mengeser Jack Ma dengan hartanya sebesar Rp858 Triliun (Foto: MNC Media)

BOS besar perusahaan air minum dalam kemasan Nongfu Spring, Zhong Shanshan menempati posisi pertama sebagai orang paling kaya di China berharta 60,6 miliar dolar AS atau Rp858 triliun. 

Zhong Shanshan mendirikan dan memimpin Nongfu Spring, perusahaan minuman terbesar di Tiongkok. Ia juga pemilik raksasa farmasi China "Wantai".

Berdasarkan data Hurun China List 2021, Zhong menduduki peringkat pertama dalam daftar ini untuk pertama kalinya, dengan kekayaan bersih naik 7 persen menjadi sebesar 60,6 miliar dolar AS atau Rp858 triliun. Tahun lalu, dia berada di peringkat ketiga orang terkaya China. 

Dikutip dari Straits Times, kekayaan Zhong terus meningkat setelah melakukan pencatatan saham perdana (IPO) Nongfu Spring. Miliarder berusia 67 tahun ini juga pemilik perusahaan farmasi Wantai Biological Pharmacy Enterprise, yang banyak mendapatkan pesanan untuk alat tes Covid-19.

Otomatis perolehan harta Zhong mengeser pendiri Alibaba Jack Ma yang pada tahun 2021 kekayaan Ma yang menyusut hingga 36 persen menjadi 60,6 miliar dolar AS atau Rp320 triliun.

Namun tak ada yang menyangka jika Zhong yang lahir pada 1954 di Kota Tenggara Hangzhou terlahir dari keluarga yang sederhana bahkan bisa dikatakan kurang mampu.

Semangat dan tekad yang kuat selalu terpatri dalam diri lelaki satu ini walau perjalanan hidupnya tak semulus yang dibayangkan.

Ketika berusia 12 tahun, Zhong terpaksa berhenti sekolah dikarenakan Revolusi Kebudayaan negara yang terjadi di China dari 1966 sampai 1976. Bahkan kedua orang tuanya dan sejumlah penduduk lain juga menjadi korban revolusi tersebut.

Zhong yang pantang menyerah memutuskan bekerja di bidang konstruksi selama beberapa tahun.

Pada tahun 1977, Zhong berhasil masuk salah satu perguruan tinggi di China, Universitas Radio & TV Zhejiang.

Usai menyelesaikan pendidikannya di perguruan tinggi, Zhong berhasil mendapatkan pekerjaan sebagai jurnalis yang bekerja untuk surat kabar harian Zhejiang Daily.

Tahun 1988, Zhong memutuskan untuk berhenti dari profesinya sebagai jurnalis untuk terjun ke dunia bisnis.

Perjalanan bisnis Zhong berawal ketika ia menjadi distributor makanan dan minuman ringan di Hainan.

Pada tahun 1993, Zhong memutuskan untuk mendirikan Yangshengtang, sebuah brand produk kesehatan.

Kemudian, pada September tahun 1996, Ia mendirikan Nongfu Spring, yang kini menjadi perusahaan minuman terbesar di Tiongkok.

Zhong mendapat julukan 'serigala tunggal', karena telah mengepakkan sayapnya dengan merambah bisnis media, pertanian jamur, dan layanan kesehatan.

Pada April lalu, dia melaksanakan penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) saham perusahaan pembuat vaksin Beijing Wantai Biological di Bursa Saham China.

Tiga bulan kemudian, dia melakukan hal serupa pada perusahaan air kemasan Nongfu Spring di bursa saham Hong Kong.

Sejak penawaran umum perdana, saham Nongfu Spring melejit di lantai bursa Hong Kong hingga 155%. Sedangkan saham Beijing Wantai Biological melonjak 2.000% dan perusahaan itu adalah salah satu yang mengembangkan vaksin COVID-19.

Itulah Zhong Shanshan yang menjadi orang nomer satu terkaya di China mengeser Jack Ma. Kisahnya tentu menjadi inspirasi dan motivasi untuk kita semua agar semakin kuat berproses menuju sukses.

Editor : Miftahudin

Follow Berita iNews Cirebon di Google News

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.