CIREBON, iNewsCirebon.id– Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cirebon mengimbau panitia peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren AlBahjah Buyut agar tidak menghadirkan Ustaz Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf dari Pasuruan, Jawa Timur.
Imbauan tersebut disampaikan menjelang pelaksanaan kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (11/10/2026). Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga kondusivitas dan mengantisipasi potensi reaksi negatif di tengah masyarakat.
Ketua MUI Kabupaten Cirebon, KH Zamzami Amin, menyampaikan imbauan tersebut setelah jajaran pengurus MUI bertemu dengan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Gunung Jati pada Kamis (8/10/2026). Pertemuan itu membahas permohonan arahan terkait rencana kehadiran penceramah dalam acara keagamaan tersebut.
MUI meminta pihak pemohon berkoordinasi dengan panitia penyelenggara agar mempertimbangkan kembali rencana menghadirkan Ustaz Taufiq. Sebagai alternatif, panitia disarankan mengutamakan ulama atau habaib dari wilayah Cirebon dan sekitarnya.
Selain persoalan penceramah, MUI juga mengingatkan agar materi ceramah yang disampaikan nantinya tidak mengandung unsur provokasi, ujaran kebencian, maupun hal-hal yang berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat.
Imbauan tersebut ditujukan kepada panitia peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Al Bahjah Buyut, Muspika Kecamatan Gunung Jati, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Cirebon.
MUI berharap seluruh pihak dapat menyikapi persoalan tersebut melalui komunikasi yang baik, mengedepankan ketenangan, serta menjaga kerukunan dan persatuan masyarakat menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Editor : Rebecca
Artikel Terkait
