CIREBON, iNewsCirebon.id– Institut Pertanian Bogor (IPB) terus mendorong pengembangan potensi masyarakat Desa Kalisapu, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon. Salah satunya melalui kegiatan diversifikasi produk ikan bandeng, sertifikasi halal bagi UMKM, serta pemanfaatan limbah cangkang kerang menjadi paving block.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Kuwu Desa Kalisapu, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Selasa (11/8/2026)
Kegiatan yang digagas melalui Lembaga Pengembangan AgroMaritim dan Akselerasi Intrapreneurship (LP2AI) IPB ini melibatkan pemerintah desa, PKK, BPD, Babinsa, Bumdes, pelaku UMKM serta unsur masyarakat Desa Kalisapu.
Ketua Kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB di Desa Kalisapu, Faiz, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa bersama IPB dalam menggali dan mengembangkan potensi lokal yang ada di Desa Kalisapu.
Menurut Faiz, salah satu potensi yang menjadi perhatian adalah keberadaan limbah cangkang kerang. Limbah tersebut tidak hanya dipandang sebagai sampah, tetapi dapat dimanfaatkan menjadi material yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Pemanfaatan cangkang kerang sebagai campuran pembuatan paving block juga diharapkan menjadi solusi dalam mengurangi limbah sekaligus membuka peluang inovasi produk berbasis potensi lokal.
Selain persoalan lingkungan, kelompok KKNT IPB juga turut mendorong pengembangan sektor UMKM melalui diversifikasi produk, khususnya produk olahan ikan bandeng yang menjadi salah satu potensi masyarakat setempat.
Faiz berharap pendampingan yang dilakukan bersama masyarakat tidak berhenti selama kegiatan KKNT berlangsung, tetapi dapat dilanjutkan oleh masyarakat sehingga menghasilkan produk yang benar-benar memiliki manfaat ekonomi.
Sementara itu, Kuwu Desa Kalisapu, Suhana, menyambut baik kegiatan yang dilakukan IPB bersama masyarakat Desa Kalisapu tersebut.
Menurut Suhana, kehadiran mahasiswa dan pihak IPB memberikan tambahan pengetahuan serta membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Ia menilai pemanfaatan limbah cangkang kerang menjadi paving block merupakan inovasi yang menarik karena menyentuh dua aspek sekaligus, yakni pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Suhana juga berharap kegiatan pendampingan terhadap UMKM, termasuk fasilitasi sertifikasi halal, dapat membantu pelaku usaha Desa Kalisapu meningkatkan kualitas dan daya saing produk mereka.
“Dengan adanya pendampingan seperti ini, kami berharap UMKM di Desa Kalisapu semakin berkembang dan produk masyarakat memiliki nilai tambah serta legalitas yang lebih baik,” demikian poin penting yang disampaikan Suhana dalam kegiatan tersebut.
Dorong Ekonomi Sirkular di Desa
Kegiatan IPB tersebut sekaligus memperkenalkan konsep pemanfaatan limbah menjadi produk yang bernilai guna. Cangkang kerang yang sebelumnya berpotensi hanya menjadi limbah, diarahkan untuk dimanfaatkan sebagai salah satu bahan campuran paving block.
Sementara melalui sertifikasi halal, pelaku UMKM mendapatkan perhatian dari sisi legalitas dan kepercayaan konsumen.
Kolaborasi antara IPB, Pemerintah Desa Kalisapu, mahasiswa KKNT dan masyarakat diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membangun inovasi berbasis potensi lokal.
Dengan demikian, program tersebut bukan hanya menghasilkan kegiatan seremonial, tetapi dapat berlanjut menjadi model pemberdayaan masyarakat yang menghubungkan pendidikan, inovasi, lingkungan dan ekonomi desa.
Editor : Rebecca
Artikel Terkait
