MPSI Imbau Publik Kritis Terhadap Narasi Politik di Media Sosial

Vitrianda Hilba Siregar
Direktur Merah Pusaka Stratejik Indonesia atau MPSI, Noor Azhari. Foto: ist

JAKARTA, iNewsCirebon.id - Direktur Merah Pusaka Stratejik Indonesia atau MPSI, Noor Azhari, menyampaikan peringatan mengenai pentingnya kewaspadaan nasional terhadap potensi operasi pelemahan pemerintahan yang dilakukan melalui perang opini, jaringan organisasi masyarakat sipil, hingga infiltrasi narasi di ruang publik digital.

Noor menjelaskan bahwa dalam dinamika geopolitik global saat ini, upaya pergantian rezim tidak lagi selalu mengandalkan intervensi militer terbuka melainkan lebih sering memanfaatkan strategi perang asimetris.

Strategi ini menggabungkan tekanan opini publik, mobilisasi jaringan sipil, serta operasi psikologis di ruang informasi untuk mencapai tujuannya.

Menurut Noor Azhari dalam keterangan tertulisnya pada Minggu, 15 Maret 2026, delegitimasi pemerintah dalam banyak kasus internasional sering kali dimulai dari kampanye opini yang sistematis dan manipulasi narasi kebijakan melalui mobilisasi jaringan masyarakat sipil yang tampak organik.

Ia merujuk pada berbagai studi geopolitik internasional yang mencatat pola serupa, termasuk laporan media internasional The Sunday Guardian mengenai operasi perubahan rezim melalui jaringan pendanaan global, lembaga pemikir, serta organisasi non-pemerintah. .

Dalam diskursus tersebut, jaringan filantropi seperti Open Society Foundations milik George Soros kerap disebut sebagai aktor berpengaruh dalam pendanaan gerakan sipil di berbagai negara.

Fenomena pendanaan NGO ini sering kali muncul untuk mendorong kampanye kebijakan tertentu, membangun pembingkaian media, dan memengaruhi persepsi publik terhadap pemerintah yang sedang berkuasa.

Noor menilai bahwa hal ini perlu dibaca secara objektif agar setiap kritik terhadap pemerintah tetap berada dalam koridor demokrasi yang murni dan tidak ditunggangi oleh kepentingan geopolitik eksternal.

Apalagi saat ini pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sedang menghadapi dinamika opini publik yang sangat intens terkait berbagai kebijakan strategis seperti hilirisasi industri dan program sosial pemerintah lainnya.

Di era digital dan maraknya platform podcast, perang opini menjadi jauh lebih efektif karena narasi dapat tersebar secara cepat dan masif. Oleh karena itu, publik dituntut untuk lebih kritis dalam menyaring berbagai kampanye opini yang beredar di ruang siber.

Noor menekankan bahwa ketahanan nasional saat ini tidak hanya bertumpu pada kekuatan militer dan ekonomi semata, tetapi juga pada ketahanan informasi serta literasi publik. Indonesia harus tetap menjaga ruang kritik yang sehat sebagai bagian dari demokrasi namun tetap waspada terhadap manipulasi informasi yang berpotensi merusak stabilitas nasional dan mendelegitimasi institusi 

Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network