get app
inews
Aa Text
Read Next : Donny Fattah Legenda Bassist God Bless Meninggal Dunia

Obituari Donny Fattah: Penjaga Dentum Irama dan Pilar Legendaris God Bless

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:07 WIB
header img
Donny Fattah meninggal dunia dikabarkan pada Sabtu (7/3/2026).

JAKARTA, iNewsCirebon.id - Donny Fattah meninggal dunia dikabarkan pada Sabtu (7/3/2026). Musisi bernama lengkap Didon Patta Onda Gagola ini bukan sekadar pemain bass saja, dia adalah jantung dari ritme musik rock tanah air yang telah berdenyut selama lebih dari lima dekade.

Lahir di Makassar pada 24 September 1949, Donny tumbuh menjadi sosok jenius yang meletakkan fondasi musik rock modern di Indonesia.

Perjalanan monumental Donny dimulai pada awal 1970-an ketika ia bersama Ahmad Albar mendirikan God Bless. Sebagai pemain bass, Donny dikenal dengan gaya permainannya yang kokoh, melodius, namun tetap gahar.

Donny adalah elemen perekat yang menyatukan vokal melengking Ahmad Albar dan lengkingan gitar Ian Antono. Kontribusinya tidak hanya terbatas pada instrumen, tetapi juga sebagai komposer utama di balik lagu-lagu abadi seperti "Semut Hitam", "Kehidupan", dan "Maret 1989".

Eksplorasi Musikal dan Karier di Luar God Bless

Donny Fattah dikenal sebagai musisi yang haus akan eksplorasi. Di luar kesibukannya dengan God Bless, ia terlibat dalam berbagai proyek besar yang mencatatkan sejarah:

  • Gong 2000: Proyek supergrup ini menjadi bukti kemampuannya memadukan musik rock dengan sentuhan etnik dan megah, yang sempat merajai panggung-panggung besar di era 90-an.

  • Karier Solo dan Kolaborasi: Donny pernah merilis album solo bertajuk Cinta pada tahun 1977. Ia juga aktif sebagai produser dan penata musik bagi penyanyi-penyanyi papan atas, menunjukkan sisi kreatifnya yang multifaset.

  • Penulis Lagu Bertangan Dingin: Lirik-lirik yang ia gubah sering kali mengandung kritik sosial yang tajam namun puitis, menjadikannya salah satu penulis lagu paling dihormati di generasinya.

Semangat yang Melampaui Batas Fisik

Dalam beberapa tahun terakhir, kesehatan Donny Fattah mulai diuji oleh berbagai penyakit, termasuk sarcopenia dan gangguan autoimun. Meski harus menggunakan bantuan tongkat untuk berjalan, dedikasinya terhadap panggung tidak pernah padam. Ia tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan 50 tahun God Bless, membuktikan bahwa kecintaannya pada musik lebih kuat daripada rasa sakit yang ia derita.

Kepergian Donny Fattah di usia 77 tahun meninggalkan warisan yang tak ternilai. Ia telah mengajarkan bahwa musik rock bukan sekadar kebisingan, melainkan sebuah bentuk seni yang disiplin dan penuh makna. Bagi para penggemar dan musisi muda, Donny akan selalu dikenang sebagai sang "Penjaga Irama" yang rendah hati namun memiliki pengaruh raksasa.

Selamat jalan, Donny Fattah. Terima kasih atas setiap dentuman bass yang telah mewarnai sejarah musik Indonesia.

Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut