Intip Gaji Syifa, WNI yang Gabung Tentara Amerika Serikat: Besaran dan Tunjangan National Guard
CIREBON, iNewsCirebon.id - Dunia maya kembali dihebohkan oleh kisah seorang perempuan berhijab asal Indonesia yang bergabung dengan militer Amerika Serikat. Wanita bernama Syifa, warga negara Indonesia (WNI) asal Tangerang, Banten, kini viral setelah tampil dalam video berpamitan dengan keluarga sebelum bertugas di Army National Guard Amerika Serikat.
Syifa menarik perhatian publik karena ia mengenakan seragam militer Amerika Serikat lengkap dengan tulisan “U.S. Army” serta hijab yang ia pakai. Banyak warganet penasaran soal bagaimana Syifa bisa memenuhi persyaratan menjadi anggota tentara Negeri Paman Sam, termasuk bagaimana besaran gajinya.
Berdasarkan data terbaru pada Januari 2026, anggota Army National Guard menerima penghasilan dasar rata-rata sekitar USD 35.072 per tahun, atau setara sekitar Rp 605 juta (asumsi kurs saat ini).
Rincian pendapatan tersebut mencakup sekitar USD 2.922 per bulan (sekitar Rp 49,5 juta), USD 674 per minggu (sekitar Rp 11,4 juta), dan USD 16,86 per jam (sekitar Rp 285 ribu) untuk prajurit pemula di level Enlisted (E). Angka ini belum termasuk kemungkinan kenaikan saat Syifa naik pangkat atau memiliki kepakaran tertentu.
Selain gaji pokok, anggota National Guard berpeluang menerima tunjangan perumahan, insentif dan fasilitas lain tergantung status dan tugasnya. Pendapatan juga bisa meningkat bila mereka mengikuti tugas aktif atau pelatihan tahunan.
Kisah Syifa juga memunculkan pertanyaan publik mengenai status kewarganegaraan, sebab Undang-Undang Kewarganegaraan Indonesia umumnya tidak memperbolehkan WNI bergabung dengan angkatan bersenjata negara asing. Namun, Syifa mampu mendaftar karena ia sudah memiliki status Green Card (Permanent Resident) di Amerika Serikat, yang menjadi syarat administratif untuk bergabung dengan militer AS.
Kisahnya menjadi bahan diskusi luas di media sosial mengenai peluang karier global, perbedaan sistem militer antar negara, serta implikasi hukum bagi warga Indonesia yang memilih jalur serupa.
Editor : Rebecca