Kota Cirebon Masuk Peringkat ke-7 Daerah Rawan Bencana

Dede Kurniawan
.
Rabu, 13 Oktober 2021 | 19:54 WIB
Rapat kordinasi kebencian Kota Cirebon yang diselenggarakan oleh BPBD Kota Cirebon (foto: istimewa)

KOTA CIREBON, iNews.id- Masuknya Kota Cirebon dalam pemetaan kerawanan bencana. Bahkan masuk peringkat ketujuh tingkat kerawanan, untuk itu Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) pun melakukan koordinasi antar lembaga dalam menangani kebencanaan.

"Indeks resiko bencana Indonesia, Kota Cirebon masih tinggi resiko kebencanaannya mulai Banjir, pohon tumbang, hingga rumah ambruk akibat puting beliung," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon, Khaerul Bahtiar, Rabu (13/10/2021).

Kota Cirebon, menurut Khaerul, menempati peringkat 7 kota-kabupaten se-Jawa Barat dengan skor indeks resiko bencana 172,76.

"Oleh karena itu, BPBD kota Cirebon berusaha mengkoordinasikan kebencanaan ditingkat kota dan merumuskan kebijakan tehnis secara tepat," katanya.

Dari catatan yang ada, lanjut Khaerul, kebencanaan yang dipetakan tahun lalu ada 66 mulai rumah ambruk, kebakaran, cuaca ekstrem hingga angin kumbang. 

Selain itu, sambung dia, bencana lainnya yakni kekeringan yang kerap terjadi diwilayah Kelurahan Argasunya dimana BPBD kerap meminta dropping air pada PDAM untuk membantu masyarakat yang kekeringan.

"Ada juga bencana kekeringan kalau masuk dalam musim kemarau, seperti yang terjadi di Kelurahan Argasunya sebagai wilayah yang selalu kekeringan," tutup Khaerul.

 

Editor : Miftahudin
Bagikan Artikel Ini