CIREBON, iNewsCirebon.id– Pemerintah Kota Cirebon mendorong generasi muda meningkatkan kompetensi dan daya saing melalui program pemagangan ke Jepang. Program tersebut dinilai menjadi peluang untuk memperoleh pengalaman kerja, keterampilan, sekaligus mempelajari budaya dan etos kerja internasional.
Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, saat membuka Diklat Pra-Keberangkatan Program Pemagangan ke Jepang melalui LPK Midori Gakuin Center, Senin (5/10/2026).
Menurut Siti Farida, program pemagangan ke Jepang bukan sekadar kesempatan bekerja di luar negeri, tetapi juga menjadi sarana transfer pengetahuan, keterampilan, kedisiplinan, dan etos kerja.
“Program pemagangan ke Jepang ini merupakan strategi penting untuk melakukan transfer pengetahuan, keterampilan, dan etos kerja. Diharapkan peluang kerja nantinya semakin terbuka di skala yang lebih luas,” ujarnya.
Ia mengapresiasi LPK Midori Gakuin Center yang dinilai menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi kebutuhan dunia kerja.
“Para peserta tidak sekadar belajar bahasa Jepang, tetapi juga dibentuk untuk memahami budaya kerja, kedisiplinan, standar keselamatan, dan mentalitas pekerja di negara maju,” katanya.
Siti Farida berpesan agar peserta mengikuti seluruh tahapan pelatihan dengan serius. Menurutnya, saat berada di Jepang mereka tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga nama Indonesia dan Kota Cirebon.
“Tunjukkan bahwa pemuda-pemudi Cirebon adalah pekerja yang ulet, disiplin, dan berintegritas,” tegasnya.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama pemagangan nantinya dapat menjadi modal bagi peserta untuk mengembangkan diri dan berkontribusi di masyarakat setelah kembali ke Indonesia.
Sementara itu, Direktur Diklat LPK Midori Gakuin Center, Iid Ubay, mengatakan lembaganya berkomitmen memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk meningkatkan keterampilan dan mempersiapkan masa depan melalui pendidikan serta pembinaan.
“Setiap anak muda memiliki kesempatan untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik apabila mendapatkan pendidikan, disiplin, serta pembinaan yang tepat,” ujarnya.
Iid menambahkan, kesiapan tenaga kerja tidak hanya ditentukan kemampuan teknis, tetapi juga karakter, integritas, kedisiplinan, kemampuan beradaptasi, dan sikap menghormati orang lain.
“Kami berupaya mempersiapkan generasi muda agar memiliki kompetensi, etos kerja, tanggung jawab, dan daya saing yang dibutuhkan dunia kerja,” katanya.
Editor : Rebecca
Artikel Terkait
