Berjuang di Usia 8 Bulan, Fawwas Balita Asal Getrakmoyan Butuh Transplantasi Hati

Riant Subekti
Fawwas didiagnosis mengalami atresia bilier, kelainan bawaan langka yang menyebabkan saluran empedu tidak berfungsi, serta hernia yang memperparah kondisi fisiknya. Penyakit tersebut berdampak langsung pada fungsi hati dan membuat tubuhnya kian melemah dari hari ke hari. Foto : Istimewa

CIREBON, iNewsCirebon.id – Tangis pilu kerap pecah dari seorang bayi mungil bernama Fawwas Rosdiana. Di usianya yang baru menginjak delapan bulan, balita asal Desa Getrakmoyan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, ini harus menghadapi ujian hidup yang berat akibat penyakit serius yang dideritanya sejak lahir.

Fawwas didiagnosis mengalami atresia bilier, kelainan bawaan langka yang menyebabkan saluran empedu tidak berfungsi, serta hernia yang memperparah kondisi fisiknya. Penyakit tersebut berdampak langsung pada fungsi hati dan membuat tubuhnya kian melemah dari hari ke hari.

Kondisi Fawwas semakin mengkhawatirkan ketika perutnya terus membesar secara tidak normal. Pembengkakan itu kerap membuatnya menangis berkepanjangan karena menahan rasa sakit.

Fawwas merupakan anak kedua dari pasangan Viantika dan Asep Rosdiana, yang terlahir kembar. Sang ayah bekerja sebagai sopir pabrik, sementara sang ibu sepenuhnya mendampingi perawatan anaknya.

Upaya medis telah dilakukan. Fawwas tercatat dua kali menjalani operasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, masing-masing untuk pemasangan saluran empedu dan penanganan hernia. Namun, harapan perbaikan belum juga terlihat.

“Setelah operasi, perut anak saya justru semakin membesar, sekarang ukurannya sekitar 58 sentimeter. Dia sering menangis lama karena kesakitan,” tutur Viantika dengan suara bergetar, Jumat (9/1/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan lanjutan, dokter menyatakan bahwa transplantasi hati menjadi satu-satunya harapan agar Fawwas dapat bertahan hidup dan tumbuh normal seperti anak seusianya.

“Dokter bilang, cangkok hati adalah jalan terakhir. Kalau tidak segera dilakukan, kondisinya bisa semakin memburuk,” ungkap Viantika.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Desa Getrakmoyan bersama masyarakat dan kader PKK bergerak melakukan penggalangan donasi di dua blok wilayah desa. Dari aksi solidaritas itu, terkumpul dana sekitar Rp5 juta untuk membantu biaya pengobatan.

“Kami mengajak warga untuk peduli dan membantu sesuai kemampuan. Dana ini kami serahkan langsung kepada keluarga Fawwas,” kata Junandi, Kuwu Getrakmoyan.

Meski sebagian biaya pengobatan dapat ditanggung BPJS Kesehatan, proses transplantasi hati bukan perkara mudah. Biaya pendonor, operasional, serta kebutuhan penunjang lainnya memerlukan dana yang sangat besar.

“Kami sangat berharap ada perhatian dan bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon, karena biaya transplantasi hati tidak sedikit,” ujar Viantika penuh harap.

Kini, keluarga Fawwas hanya bisa menggantungkan asa pada uluran tangan berbagai pihak, sembari berharap sang buah hati mendapatkan kesempatan untuk hidup lebih baik dan tumbuh sebagaimana mestinya.

Editor : Rebecca

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network